Author: adm109

Ciri-Ciri Bayi Autis

Autisme merupakan gangguan pada otak yang membuat penderitanya sulit berinteraksi. Selain itu, penderita autis juga tidak mudah memahami emosi. Gejala-gejala autisme biasanya muncul pada usia 9 bulan hingga 2 tahun. Semakin cepat autisme dideteksi, semakin efektif juga penanganan yang bisa dilakukan. Untuk itu, kenalilah ciri-ciri bayi autis berikut ini.

Ciri-Ciri Bayi Autis

  1. Enggan berinteraksi

Bayi dengan autisme seringkali diam ketika namanya dipanggil. Mereka juga tidak mudah tersenyum saat orang lain mengajaknya bercanda. Biasanya, mereka akan menampilkan raut wajah yang kaku. Ketika sedang bermain, mereka juga cenderung asyik sendiri dengan mainannya.

  1. Tidak menyukai kontak fisik

Pada umumnya, bayi akan suka dipeluk dan digendong. Akan tetapi, bayi autis tidak menyukainya. Mereka merasa tidak nyaman dengan kontak fisik. Baginya, sentuhan dan ciuman merupakan gangguan.

  1. Cenderung rewel

Seringkali, bayi autis juga memiliki gejala hiperaktif. Akibatnya, mereka cenderung rewel karena merasa tidak nyaman. Jika sulit diam, orang tua sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk memberi penanganan.

4 Cara Mengatasi Anak Autis Hiperaktif

Ketika gejala hiperaktif terus muncul pada bayi autis, mereka harus diberikan pengobatan. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi anak autis hiperaktif. Mulai dari konsumsi vitamin, olahraga, terapi, hingga menghindari stress.

  1. Tidak suka suara berisik

Bayi dengan autisme tidak menyukai suara berisik. Jika mendengar suara seperti itu, mereka bisa menangis ataupun berteriak-teriak. Untuk itu, bayi perlu dipindahkan ke tempat yang lebih tenang.

  1. Mudah marah

Bayi dengan autisme akan lebih sensitif sehingga mudah marah. Selain itu, mereka juga mudah merasa sedih. Kita tidak bisa menebak perubahan suasana hati bayi yang cepat berganti. https://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_spektrum_autisme

  1. Minimnya kontak mata

Bayi tidak suka memandang orang yang sedang berinteraksi dengannya. Ketika ada komunikasi, mereka sulit untuk menatap lawan bicaranya. Perhatian mereka juga teralihkan untuk hal lain.

  1. Fokus pada hal tertentu

Bayi autis cenderung fokus pada hal-hal tertentu saja. Mereka akan melakukan sesuatu berulang-ulang. Oleh karena itu, aktivitasnya cenderung terbatas karena mereka cenderung asik pada keinginannya sendiri.

Ciri Gejala Terapi & Pengobatan Jantung Koroner

Jantung koroner, secara medis disebut penyakit jantung iskemik ialah penyakit jantung yang diakibatkan oleh penumpukan kolesterol, lemak, atau zat lainnya pada dinding pembuluh darah. Penumpukan lemak mempersempit arteri sampai-sampai jantung tidak banyak mendapatkan darah. Hal ini mengakibatkan akan timbul serangan jantung dengan ditandai nyeri pada dada.

Ciri2 & Gejala Jantung KoronerCiri Gejala Terapi & Pengobatan Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah di jantung karena adanya dampak penumpukan plak atau lemak tersebut. Berikut ialah beberapa tanda bahwa seseorang mempunyai peluang penyakit jantung koroner.

1. Pusing dapat menjadi fenomena penyakit jantung koroner, sebab jantung tidak bisa memompa lumayan darah ke otak.
2. Kelelahan tetapi tanpa sebab, dapat jadi tanda bahwa terdapat sesuatu yang salah sampai-sampai dapat mengakibatkan kelelahan, sebab jantung bekerja lebih keras guna memompa aliran darah melalui pembuluh darah yang tersumbat.
3. Nyeri dada (angina), yakni nyeri dada yang terjadi saat area otot jantung tidak mendapatkan lumayan oksigen dan seringkali dirasakan saat terlalu tidak sedikit beraktivitas.
4. Keringat dingin dan mual, sebab otot-otot jantung akan kelemahan oksigen sehingga mengakibatkan suatu situasi yang dinamakan iskemia. Kondisi ini akan merangsang keluarnya keringat berlebih.
5. Sesak napas, merupakan fenomena penyakit jantung seringkali mungkin terjadi bersamaan dengan nyeri dada.

Pengobatan penyakit gagal jantung koroner harus segera ditangani dengan baik. Kesehatan harus menjadi prioritas utama bagi individu. Berikut cara-cara untuk melakukan pengobatan pada penyakit jantung koroner, antara lain:

• Merawat diri sendiri. Aktivitas aerobik selama 20–30 menit 5 hari seminggu meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Jika terluka, lakukan aktivitas yang membutuhkan sendi otot tetap mempertahankan fungsi fisik saat pemulihan.
• Pengidap penyakit akan dianjurkan menggunakan obat-obatan oleh dokter untuk mengatasi penyakit jantung, seperti meminum obat golongan beta bloker, statin, dan lain-lain.
• Cara medis dengan sebuah tabung yang ditempatkan di arteri jantung untuk membuatnya tetap terbuka.
• Melakukan operasi atau pembedahan untuk mengembalikan aliran darah ke jantung dengan menggunakan arteri atau vena yang sehat untuk melewati arteri yang tersumbat.